Sastrawan Isbedy Luncurkan Buku Anjing Dini Hari

Sabtu, 01 Mei 2010

Sastrawan Isbedy Luncurkan Buku Anjing Dini Hari, Sosok penyair sekaliber Isbedy Stiawan ZS sebagai sastrawan nasional asal Provinsi Lampung, seharusnya dapat terus menjaga kualitas karya sastra maupun esai yang dihasilkan, sehingga makin mendorong apresiasi publik yang baik atas karya tersebut.

"Seniman berkelas seperti Isbedy ini, seharusnya dapat menjaga kualitas karya ciptanya secara baik, jangan sampai menciptakan sebuah karya tergolong ’kacangan’," ujar Budisantoso Budiman, Kepala Perum Lembaga Kantor Berita Nasional ANTARA Biro Sumatera Selatan, di Palembang, Jumat sore, saat menjadi pembahas pada bedah buku puisi Isbedy terbaru, "Anjing Dini Hari".

Bedah buku itu merupakan kerja sama LKBN ANTARA Biro Sumsel dengan Dewan Kesenian Sumatera Selatan (DKSS).Buku kumpulan puisi Isbedy yang berisikan 83 puisi tersebut, merupakan sebuah karya yang patut dihargai, kata dia.

Menurut Budi, sosok Isbedy merupakan seorang yang memiliki kemampuan yang begitu besar dalam dunia puisi dan kepenyairan.

Ia menyatakan, begitu banyak puisi dan cerita pendek (cerpen) yang diciptakan oleh pria yang berdarah Bengkulu dan Cirebon tapi lahir di Bandarlampung (Lampung) tersebut, bahkan telah tersebar dimuat di berbagai media massa cetak nasional.

Karena itu, Isbedy diingatkan untuk tetap menjaga kualitas karya sastra dan esai yang dihasilkannya, jangan sampai terkontaminasi dengan kepentingan segelintir orang, apalagi sampai masuk dalam jebakan politik.

Budi mengibaratkan, hasil karya sastra yang kurang berkualitas dalam karya jurnalistik dapat dikatagorikan sebagai karya kelas "kalengan", yaitu karya sastra yang tercipta hanya atas pesanan dari orang tertentu yang berkepentingan atau pihak sponsor yang bersedia membiayai penerbitan karya sastra itu.

Sastrawan yang pernah dijuluki HB Jassin (alm) sebagai "Paus" Sastra Lampung itu, diingatkan pula untuk tetap konsisten berkarya dan menjaga ritme serta tidak melupakan proses regenerasi untuk dapat mendorong muncul dan tumbuh penyair dan sastrawan generasi selanjutnya sebagai penerus yang juga tak kalah berkualitas.

"Sudah seharusnya dengan jam terbang Isbedy sebagai penyair, dapat membawanya terus berkarya dan menjaga kualitas karya secara utuh, untuk dapat menumbuhkan apreasiasi yang tinggi dalam masyarakat," demikian Budisantoso.

Isbedy Stiawan sendiri mengaku merasa bangga telah membawa karyanya itu di hadapan warga Sumsel, terlebih dalam acara yang ditunggu-tunggu bagi penggemar puisi karyanya, dihadiri seorang seniman kawakan dan tokoh pers dan tokoh masyarakat di Sumsel, Ismail Jalili yang juga merupakan kakak iparnya.

Kendati dalam kondisi sakit--karena usia tuanya--sehingga harus berjalan menggunakan tongkat dan masih dipapah lagi, Ismail Jalili yang juga mantan Ketua PWI Sumsel itu, sempat menyampaikan pujian atas karya sastra yang telah banyak dihasilkan Isbedy yang juga pernah berprofesi sebagai PNS tapi mengundurkan diri, dan juga pernah menjadi wartawan/redaktur di Lampung itu.

Meskipun merasa bangga dengan diluncurkan dan dibedah karya puisinya dalam buku "Anjing Dini Hari" di Palembang itu, Isbedy menyayangkan kecenderungan kultur masyarakat Sumsel yang cenderung masih berkutat pada dongeng dan penikmat tayangan sinetron.

"Masyarakat seperti itu biasanya kurang memiliki minat membaca yang tinggi. Mereka hanya senang dan cukup dengan mendengarkan apa yang disampaikan kepadanya, tanpa harus membaca sendiri," ujar dia pula.

Menurut dia, perilaku seperti itu membuat regenerasi dalam bidang sastra dan seni menjadi terhambat untuk tumbuh dan berkembang.

Bisa Memotivasi

Zulkhair Ali, Ketua Umum Dewan Kesenian Sumsel menyambut dengan apresiasi yang tinggi atas kegiatan bedah buku puisi Isbedy Stiawan ZS itu, antara lain bisa menjadi motivasi bagi penyair maupun seniman di daerah tersebut, terutama bagi generasi mudanya.

Dia menilai, seorang Isbedy dapat memberikan pengaruh yang besar bagi pertumbuhan kepenyairan di tanah air ini. Ia mengakui, sangat menikmati ketika bait-bait sajak puisi keluar dari mulut seorang Isbedy.

Menurut dia, Isbedy memiliki karakter begitu besar dan gigih, terlebih dengan puisi "Anjing Dini Harinya" itu.

Diharapkan, dengan bedah buku serta hadirnya sosok yang begitu besar mendedikasikan dirinya dalam dunia sastra, bisa menciptakan iklim baru di daerah tersebut.

Dia meyakini, bila iklim seni tidak terbentuk dengan baik, pertumbuhan seni itu sendiri hanya menjadi sebuah angan-angan bagi segelintir orang.

Bedah buku puisi Isbedy Stiawan ZS itu, merupakan rangkaian perjalanan sastra berkaitan peluncuran dan pembahasan buku puisi terbarunya itu, antara lain telah dijalankan dari Bandarlampung ke Kotabumi (Lampung Utara) dan menuju Palembang (Sumsel).

Semula direncanakan, Isbedy dengan "Anjing Dini Hari"-nya itu akan menyeberang ke Pulau Bangka dan Belitung (Babel) serta melanjutkan perjalanan sastranya ke Bengkulu, Jambi dan seterusnya.

Namun akibat beberapa kendala, menurut Isbedy, perjalanan sastra tersebut sementara masih tertunda.

Tekhus Baca......

Pamerkan Koleksi Batik Nusantara Mencapai transaksi Rp 20 miliar

Pamerkan Koleksi Batik Nusantara Mencapai transaksi Rp 20 miliar ; Pameran kain tradisional nusantara ini diilhami oleh keberhasilan pameran sebelumnya pada 2008 lalu, yang dalam kurun waktu lima hari tercatat 40 ribu pengunjung hadir dalam pameran tersebut, dan mencatat transaksi lebih dari Rp 20 miliar. Perhelatan akbar kali ini akan berlangsung mulai tanggal 14-18 April di Balai Sidang Senayan, Jakarta Pusat.

Batik sebagai kekayaan khasanah budaya Indonesia, ternyata tidak hanya diminati oleh para desainer Indonesia, tetapi juga menarik minat para desainer dari mancanegara. Bahkan, dalam pameran kain tradisional Adi Wastra Nusantara ketiga yang diadakan Himpunan Pencinta Kain Wastraprema dan Fortune Adwicipta di Balai Sidang, Jakarta, Rabu (14/4), tak kurang 300 perajin memamerkan koleksi terbaiknya.

Ketua Umum Himpunan Wastraprema, Adiati Arifin Siregar, mengatakan, pihaknya berharap pameran yang mengusung tema Wastra Adati Cermin Citra Bangsa, memberikan dorongan bagi pengembangan ekonomi kreatif yang berbasis kekayaan budaya. Terlebih, bangsa Indonesia memiliki kekayaan budaya yang sangat tinggi, karena batik Indonesia masuk dalam nominasi batik terbaik dari 110 batik yang diajukan dari negara-negara penghasil batik lainnya.

“Dari sinilah sudah sepatutnya Indonesia bangga karena produksi batik dalam negeri diakui dunia internasional, serta dapat melestarikan batik tradisional sebagai industri unggulan,” ujarnya.

Adiati menambahkan, ada keistimewaan dalam pameran kali ini, karena dalam pameran ini juga menampilkan koleksi batik antik berupa batik Tapis Lampung, yang telah berumur sekitar 200 tahun yang merupakan koleksi milik Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono.

Ani Bambang Yudhoyono yang hadir untuk meresmikan pembukaan pameran mengaku gembira menyaksikan pameran tersebut, terlebih kegiatan ini mengalami peningkatan dan kemajuan dibanding tahun lalu. “Pameran ini sangat tepat, karena hingga saat ini kain tradisional masih digunakan, meski pengaruh global telah masuk ke Indonesia. Itu juga makin membuktikan jika tradisi dan kebudayaan tradisional begitu lekat di hati masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, dalam pameran yang berlangsung selama 5 hari ini diramaikan dengan berbagai acara dan aktivitas. Selain itu juga dipamerkan koleksi dari para kolektor seperti Ibu Ani Bambang Yudhoyono, Iwan Tirta, Museum Tekstil Jakarta, Museum Purna Bhakti Pertiwi, dan beberapa koleksi lainnya.

Yang menarik, selain menampilkan kain batik antik koleksi istri Presiden RI Ani Bambang Yudhoyono, pameran ini juga menampilkan mobil batik dengan konsep airbrush. Mobil dengan motif batik ini sebelumnya telah diperkenalkan oleh Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo di Balaikota beberapa waktu lalu.

Hadir dalam acara pameran tersebut antara lain, Menteri Pariwisata dan Kebudayaan Jero Wacik, Menteri Perdagangan Marie Elka Pangestu, Menteri Koperasi dan UKM Syarifuddin Hasan, Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto dan sejumlah tamu undangan serta duta besar dari negara-negara sahabat.
Tag : Pameran batik tapestries, label kain batik,Batik quilts,kolektor kain batik

Tekhus Baca......